Sandiaga Uno: Biaya Kunjungan ke Taman Komodo Rp3,75 Juta untuk Konservasi

Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Sandiaga Uno menyatakan, biaya perjalanan ke Taman Nasional Komodo (TN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp3,75 juta per orang per tahun merupakan total biaya pemeliharaan Taman Nasional Komodo (TN) tersebut. tujuan. Biaya ini hanya berlaku untuk Pulau Komodo, Pulau Padar dan beberapa perairan di sekitarnya.

Saya yakin kebijakan ini akan menarik banyak wisatawan yang akan mengapresiasi upaya konservasi kita dan akan ikut membangun destinasi lain di NTT untuk membawa ide wisata unggulan ke destinasi, di Jakarta, Senin (11/7).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjelaskan bahwa pemerintah fokus pada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, yang berlandaskan pada.

Untuk itu, pihaknya bersama Pemprov NTT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Balai Taman Nasional Komodo melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi pengembangan dan pariwisata Taman Lestari yang protektif.

Salah satunya membatasi kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar hingga 200.000 orang per tahun, mengingat sebelumnya kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut telah mencapai 300-400.000 orang per tahun, yang berdampak negatif pada sistem kohesif di kawasan tersebut.

“Mempelajari daya dukung dan daya tampung Taman Nasional Komodo menjadi dasar kami,” kata Sandiaga.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Biaya yang direkomendasikan
Secara statistik berdasarkan kajian daya dukung dan daya dukung berdasarkan jasa ekosistem dan keutuhan konservasi di Taman Nasional Komodo, ditemukan rekomendasi pemungutan biaya konservasi serta kebutuhannya.

Menurut Koordinator Program Konservasi Taman Nasional Komodo Carolina Noge, ada beberapa hal yang perlu dibenahi di kawasan ini. Pertama, pengelolaan sampah, kemudian administrasi dan pengamanan dan pengawasan kawasan.

Kami menemukan bahwa degradasi jasa ekosistem ini terjadi tidak hanya secara alami, tetapi juga melalui aktivitas manusia (wisatawan) di dalamnya. Jadi kami memutuskan untuk memberlakukan pembatasan dengan mengimbangi biaya pemeliharaan, ”kata Caroline.

Leave a Reply

Your email address will not be published.