Anggota DPR Ramai-Ramai Sentil Pemerintah soal Peningkatan Utang

Anggota PDR RI menyoroti peningkatan rasio utang pemerintah. Hampir setiap fraksi yang berpendapat memberikan komentar tentang utang negara. Misalnya, juru bicara Partai Nasdem, Haerul Amri.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dia mengatakan Fraksi Partai Nasdem telah menyoroti peningkatan porsi kewajiban pemerintah sebesar Rs7.538,3 miliar atau 13,7 persen dari kewajiban pemerintah per 31 Desember 2021. Dari jumlah tersebut, utang jangka pendek diyakini Rs 693,4 crore dan utang jangka panjang diyakini Rp 6.844,9 crore.

(Wrtterdetag ini lebih banyak fokus pada penerbitan surat berharga negara atau SBN,” katanya dalam rapat paripurna yang digelar RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan.

Hal senada dikatakan juru bicara PKB Muhammad Kadafi. Dalam salah satu poinnya ia mengemukakan bahwa rasio utang nasional harus terus diturunkan ke depan.

Beban utang negara harus dikurangi karena beban bunga utang saat ini sudah sangat tinggi dan menghabiskan banyak biaya,” jelasnya.

Di antaranya, juru bicara Partai Demokrat, Suhardi Duka, menekankan suku bunga dan imbal hasil utang nasional. Ia menilai, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Karena rata-rata realisasi suku bunga Treasury 10 tahun pada 2021 sebesar 6,38 persen, maka ke depan diperlukan sumber pembiayaan yang lebih murah, sehingga suku bunga dan “Anleattenbudget”, negara imbal.

Sinyal buruk juga

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara PKS Hermanto. Dia melihat kenaikan rasio utang pemerintah sebagai sinyal buruk bagi kinerja pemerintah.

Dari sudut pandang Fraksi PKS, kenaikan rasio utang pada 2021 menjadi 40,74 persen dari PDB merupakan sinyal buruk bagi kinerja pemerintah,” kontaknya.

Pada kesempatan berikutnya juru bicara PAN, Athari Ghauthi Ardi, memaparkan perhitungannya terkait rasio utang publik. Dia mencatat bahwa pemerintah perlu mewaspadai rasio utang yang meningkat. Meski masih di bawah ambang batas 60 persen PDB pada tahun 2021, namun terjadi peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Pada tahun 2016, rasio utang publik terhadap PDB terus meningkat dari 24,3 persen dari waktu ke waktu, hingga rasio utang publik terhadap PDB mencapai 41 persen pada tahun 2021, atau melanjutkan dari posisi akhirnya sebesar 32, PDB pada tahun 2020, ” jelasnya.

Namun, dia mengatakan bahwa fraksi PAN memahami bahwa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah adalah rasional. Misalnya, untuk mempercepat pembangunan atau untuk menyelesaikan, untuk mewujudkan kekayaan.

Namun kelompok PAN terus mengingatkan pemerintah bahwa utang akan terkena dampak secara signifikan, kredibel, terukur dan proporsional agar terhindar dari jebakan utang, sehingga kerugian sekolah kom”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.